Senin, 31 Mei 2010

Masjid Terbesar di Dalam Gedung Tertinggi

Gedung tertinggi di dunia dibuka dengan kilatan kembang api, terjun payung, dan semprotan air dari pancuran tertinggi di dunia

Hidayatullah.com--Dengan perkiraan biaya sekitar $1.5 milyar, pembangunan Burj Khalifa di Dubai menghabiskan waktu 5 tahun, dengan lebih dari 160 lantai. Melebihi pemegang rekor sebelumnya, The Taipei 101 di Taiwan.

Lebih dari 12.000 orang akan berada di dalam gedung yang memiliki tinggi 6 juta kaki. Mereka naik-turun menggunakan 54 lift dengan kecepatan 40 mil/jam.

Gedung ini akan memiliki masjid terbesar yang berada di lantai 158, kolam renang terbesar di lantai 76, dek pengamatan terbesar  di lantai 124, dan hotel pertama oleh desainer fashion, Armani. Burj Khalifa juga mengklaim memegang beberapa rekor lainnya, seperti struktur dasar tertinggi di dunia (sebelumnya dipegang oleh CN Tower di Toronto), lift dengan jarak terpanjang di dunia, dan jumlah ruangan terbanyak di dunia.

Begitu tingginya Burj Khalifa ini,  sehingga dapat dilihat dari jarak 100 km (63 mile) di daratan, dan para pelaut yang sedang berlayar dapat melihatnya dengan jarak 50 mile dari teluk. Demikian pula, karena begitu tingginya suhu di puncak menara mencapai 8 derajat celcius (14 derajat Fahrenheit), lebih rendah daripada lantai dasar.

Menara tertinggi di dunia ini tidak hanya tercatat dalam buku rekor pada hari Senin, tetapi juga akan menjadi bahan pembelajaran di kelas kelas arsitektur dan menajemen.

“Burj Khalifa adalah bagian dari perkembangan gedung-gedung tinggi,” ujar Prof. Peter A. Di Sabatino, Dekan Sekolah Arsitektur dan Desain di American University of Sharjah (AUS).

“Dengan bahan dan peningkatan desain, bangunan itu memiliki peningkatan dalam ketinggian dan dimensi. Burj Khalifa saat ini adalah gedung tertinggi, dan bagian dari trend perspektif sejarah bangunan,” katanya.

Menara ini dibangun oleh Emaar Properties, yang juga membangun daerah sekitar menara, termasuk pengembangan 50 are, serta di dalamnya terdapat Dubai Mall.

Desainer Burj Khalifa, Adrian Smith mengatakan, ia mencoba mencampur arsitektur bergaya Islam dan modern Barat.

Bentuk tangga yang spiral, dengan pemandangan dari atas dan dasar menimbulkan bentuk lengkungan bawang, dipengaruhi oleh gaya arsitektur Islam. Dengan bentuknya yang runcing, satu dari tiga lobe berubah-ubah di setiap delapan lantai.

Efek tersebut mengingatkan pada menara masjid yang berbentuk spiral, dan menyebabkan menara ini memiliki 26 teras. Tiga penopang Burj Khalifa terinspirasi oleh lili gurun. Bangunan ini diputar 120 derajat menyimpang dari desain asli oleh para insinyur, hal ini untuk mengurangi tekanan angin yang berkekuatan besar. [isc/camila/www.hidayatullah.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar